Senin, 22 Agustus 2011

I am a special to GOD

To Each His Own
I cannot change the way I am,
I never really try,
God made me different and unique,
I never ask him why.
If I appear peculiar,
There's nothing I can do,
You must accept me as I am,
As I've accepted you.
God made a casting of each life,
Then threw the mold away,
Each child is different from the rest,
Unlike as night from day.
So often we will criticize,
The things that others do,
But, do you know, they do not think,
The same as me and you.
So God in all his wisdom,
Who knows us all by name,
He didn't want us to be bored,
That's why we're not the same.

Tiada masalah bagi Tuhan

MUSA dan anak2 Israel semuanya ada dipadang pasir, tetapi apa yang harus ia lakukan terhadap mereka? Mereka harus diberi makan, dan mengenyangkan orang2 sebanyak 2 sampai 3 juta membutuhkan amat banyak makanan. Menurut perhitungan Kepala Perbekalan mereka, telah dilaporkan bahwa Musa bakal membutuhkan 1500 ton ba han makanan setiap hari.



Tahukah kamu bahwa untuk membawa makanan sebanyak itu setiap hari, dibutuhkan dua rentetan kereta api, masing2 paling sedikit dengan gerbong2 pengangkut sepanjang 1,6 km panjangnya?



Selain itu, mereka ada dipadang pasir, sehingga mereka harus punya kayu bakar untuk memasak makanannya. Ini akan membutuhkan 4000 ton kayu dan beberapa kereta api barang, masing2 sepanjang 1 mil, dan itupun juga hanya untuk sehari saja. Dan coba pikirkan, mereka itu 40 tahun lamanya dalam pengembaraan.



Ahh ya, hampir lupa! Merekapun juga harus butuh air. Kalaupun cuma untuk cukup minum dan mencuci perabot makan, itu saja setiap harinya akan memerlukan 11.000.000 gallon air ( 1 gall. = ca.4 l), dan kereta api barang dengan gerbong2 tangki air, sepanjang sekitar 2900 km panjang- nya, cuma untuk membawakan air.



Ada hal lain lagi, mereka harus menyeberangi Laut Merah pada malam hari. Nah, seandainya mereka melewati jalan yang sempit, katakan hanya muat untuk berdua saja, barisan mereka panjangnya bakal sekitar 1300 Km dan membutuhkan 35 hari dan malam untuk penyeberangan itu. Jadi haruslah ada suatu daerah di Laut Merah, yang paling sedikit sekitar 4,8 Km lebarnya sehingga mereka bisa berbaris berderetkan 5000 orang agar bisa menyeberang hanya dalam semalam saja.

Tetapi, aduh, masih ada masalah lainnya lho….. setiap kali mereka berkemah diakhir hari, dan untuk ini dibutuhkan sebuah bumi perkemahan seluas dua-pertiga negara bagian Rhode Island, atau totalnya seluas se- kitar 1200 Km persegi. Coba bayangkan!! Tanah seluas itu untuk kemah!



Apa kamu pikir Musa memperhitungkan semua ini sebelum ia meninggalkan Mesir? saya pikir tidak! Sebab, lihat saja, Musa percaya pada Allah. Allah memperhatikan dan mengurus segala sesuatunya,

Lalu, apakah kamu pikir Allah pernah ada masalah dalam mengurus problem dan kesulitan2mu?







Kumohon Tuhan ‘tuk memberkatimu

Saat kuberdoa ‘tukmu hari ini,

Untuk menuntun dan melindungimu

Dikala kau melangkahi jalanmu.



Cintanya selalu menyertaimu,

Janji2nya selalu sungguh benar,

Dan bila kita berikan semua beban kita,

Kau tahu, Ia akan membawa kita lewat.



Jadi, apabila jalan yang kau lewati tampaknya susah berkesulitan, ingatlah aku selalu mendoakanmu dan [pasti] Allah akan membereskan sisa2nya.





1 petrus 5:7



Jbu all

Benarkah Tujuan Hidupmu Untuk Menyenangkan Tuhan?

Dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, Tuhan Yesus menekankan agar kita dapat berbuah dan memberikan Kabar Sukacita kepada setiap orang yang belum mengenal-Nya. Tapi berapa banyak dari kita yang menjalani kehidupan biasa-biasa saja? Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa ada begitu banyak orang yang belum mendengar kabar keselamatan yang telah disediakan oleh Tuhan?
Memang kita mengucap syukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan-Nya kepada kita, saat kehidupan tak berjalan dengan semestinya pun kita tetap mengucap syukur. Memang kita tidak pernah mabuk-mabukan, mencuri, apalagi membunuh. Memang kita melakukan semua perintah dan tidak melanggar larangan yang telah ditetapkan. Tapi sadarkah kita seringkali ketika kita membaca Alkitab bahwa ada sesuatu yang salah? Mengapa gereja tidak menjadi terang? Pernahkah kita menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari gereja sehingga kita pun turut bertanggung jawab. Mengapa kita tidak bisa berbuah bagi lingkungan sekitar kita?
“Dulu saya tidak merasa begini. Saya tumbuh dewasa dengan percaya terhadap Tuhan tanpa sungguh-sungguh mengenal siapa Dia sebenarnya. Saya menyebut diri saya Kristen, cukup aktif di gereja, dan mencoba menjauhi semua hal yang dijauhi oleh ‘orang Kristen yang saleh’ – mabuk-mabukan, narkoba, seks, mengumpat. Kekristenan adalah sesuatu yang sederhana : lawanlah semua keinginanmu supaya Tuhan senang. Setiap kali saya gagal (yang sering terjadi), saya akan merasa bersalah dan jauh dari Tuhan.” cerita Francis Chan, salah seorang penulis buku sekaligus gembala di Cornerstone Church di Simi Valley, California.

Apakah Anda mengalami perasaan yang sama seperti yang dia alami? Yesus katakan, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Mat 28:18-20). Terusikkah Anda setiap kali mendengar firman ini? Bergelorakah hati Anda untuk melakukan panggilan yang Yesus sudah berikan kepada setiap hidup kita?

Jika iya, sudah saatnya Anda minta kepada Tuhan untuk menuntun Anda agar jiwa Anda lebih bergelora lagi terhadap Tuhan. Hal pertama yang Anda harus lakukan adalah membuka pintu hati Anda untuk setiap firman Tuhan yang berbicara ke dalam hidup Anda dan mengubahkan Anda sehingga cinta Anda kepada Tuhan menggebu-gebu.